よこそ!!!!

स्वागत, ДОБРО ПОЖАЛОВАТЬ, مرحبا بكم, 欢迎, 환영, ยินดีต้อนรับ, WELCOME

Sabtu, 22 Oktober 2011

Bahan 小テストMinggu Depan, Yaiks!


Jadi 小テスト mata kuliah Moji 5 minggu depan makin banyak. biasanya ngafalin antar 25-40 biji kanji, sekarang udah laen. Minggu depan adalah minggu minggu dimana saya musti jadi romusha, ngafalin 140 biji kanji. OoowMaiGod! Otak saya bisa karatan.

勤、難、漢、字、数、政、治、路、台、戸、居、民、守、宅、管、官、庁、庭、床、庫、廊、郎、市、区、町、丁、番、郡、欧、満、両、向、周、独、狭、肉、米、類、種、科、芸、草、芝、葉、荷、預、頼、顔、産、玉、宝、王、現、皇、聖、望、亡、未、末、申、神、存、在、禅、弾、丸、弓、矢、失、夫、妻、婦、姓、嫁、婿、娘、良、飾、飯、坂、皆、階、段、役、殺、設、施、備、準、率、演、絵、給、声、音、昨、暇、由、油、曲、農、濃、豊、富、典、興、己、記、紀、組、素、麦、責、任、信、徒、従、得、徳、聴、舟、船、般、航、億、憶、漫、慢、情、慣、快、適、敵、欠、次、姿、冷、句、旬、保。


Oke, jadi siapa anak sastra Jepang tingkat 3 yang dosen Moji 5nya Nadya Sensei, siap siap aja buat pertunjukan kanji masal ini. Hiks, perhatian, jangan berani berani belajar dadakan, gak bakalan deh nempel diotak. Belajarnya dari sekarang aja. Beneran. Ujian hari jumat, saya belajar baru hari kamis? Gak bakalan sanggup nelen ini semua, bisa bisa saya megap megap kayak anak ayam nelen karet.

Belajarnya mulai dari sekarang ajalah...


Selasa, 18 Oktober 2011

Ragam Majas dalam Utakata no Ki

1. Polisindeton
Gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung (kebalikan asindeton).
Contoh :

Saat berhadapan dengan lukisan Venus, Leda, Madonna maupun Helena, jaha gadis penjual bunga violet itu seperti hadir bagai kabt diantara aku dan lukisan lukisan itu.

2. Hiperbolisme
Gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.
Contoh :

a. Jika kalian berhasil menjual dua atau tiga sketsa lukisan yang digantung d galeri dengan harga yang tinggi, kalian puji diri sendiri setinggi langit.

b. Ia mendengar teriakan orang meminta tolong yang menyayat hati.

3. Interupsi
Gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat.
Contoh :

Saya, kalau bukan karena terpaksa, tak mau bertemu dengan dia lagi.

4. Pleonasme
Gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya.
Contoh :

Aku meninggalkan dia dalam keadaan terpana, tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.

5. Repetisi
Gaya bahasa penegasan yang mengulang-ulang sebuah kata berturut-turut dalam suatu wacana. Gaya bahasa jenis ini sering dipakai dalam pidato atau karangan berbentuk prosa.
Contoh :

Hariini! Hari ini! Apa gunanya kemarin?

6. Personifikasi atau Penginsanan
Gaya babasa perbandingan. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia, dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia.
Contoh :

Imajinasiku menempatkan dia di atas karang di tepi sungai Rhine.

7. Simile
Gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti, laksana, bagaikan, penaka, ibarat, dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih jelas.
Contoh :

a. Wajah gadis penjual bunga violet itu seperti hadir bagai kabut diantara aku dan lukisan lukisan itu.

b. Aku berdiri diatas perahu kecil bagai selembar daun yang hanyut oleh arus dibawahnya.

c. Darah panas seperti menderas melalui pembuluh pembuluh darahnya yang bagai pualam.

d. Rambutnya yang keemasan tertiup angin laksana bulu tengkukkuda yang panjang yang menggoyang goyangkan kepalanya.

e. Kabut diatas danau tersingkir seperti lapis demi lampis kain yang mengelupas

f. Meratapi dunia yang bagaikan buih diatas air, lenyap tanpa bekas.

8. Sarkasme
Gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata yang kasar. Biasanya gaya bahasa ini dipakai untuk menyatakan amarah.
Contoh :

a. Dasar orang orang buangan! Kalian semua hanyalah sampah seni.

b. Orang sinting!



Ngobrolin Musik

Faktanya, orang orang bilang kalau musik itu bagian dari hidup kita. Emang nggak salah sih, soalnya menurut psikolog asal Inggris (yang sampai sekarang saya lupa namanya) bilang bahwa pada umumnya manusia punya perasaan musikal. Pernah dengerkan kalo bayi yang ada dalam kandungan mamahnya bakalan terpengaruh smaa musik apa aja yang didengerin mamahnya. makanya banyak tante tante hamil yang demen dengerin musik klasik buat pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil.

Faktanya lagi, musik jadi alat komunikasi non verbal yang universal. Banyak banget orang yang suka sama sebuah lagu tanpa peduli dengan bahasa apa lagu itu dinyanyiin. itulah uniknya, apapun bahasanya, minumnya bukan teh botol sosro, tapi kita tetep suka asalkan melodinya pas di kuping dan ngegaet hati. That's why musik jadi alat perdamaian. Musik bisa kampanye damai? Maksudnya, liriknya menggugah perdamaian. Nah, abang abang di Coldplay dan Blue juga demen nyanyiin lagi beginian.

Fakta ketiga, musik itu pengaruhnya sampe ke otak sampe ke hormon. Coba dengerin Hips Don't Lie-nya Shakira atau Lose My Breath-nya tante tante Destiny's Child. Gak tahan pengen goyang deh. Kenapa? Emang, nada nada suara yang ada dalam musik tertentu bakan ngeaktifin sejumlah titik pada sistem syaraf manusia yang berhubungan langsung dengan pusat pusat mtivasi loh! Jadi bisa membangkitkan perasaan perasaan tertentu gitu. Atlet atlet yang mau tanding biasanya di support pake theme song-nya sendiri sendiri biar semangat. Nah terus buat suasanya khidmat kayak upacara pemakaman pahlawan, kita bisa dibikin merinding ngeri dengerin lagu Gugur Bunga.

Then, dari penelitiannya Om Julius Portnoy; musik itu bisa mengubah laju metabolisme badan dan punya pengaruh ke energi juga. Bisa dibuktikan! pas kalian baru kelar kuiah, sekolah, atau les, capek dan langsung leha leha sambil dengerin musik kalem, nggak usah nunggu lama lama, kalian pasti zzzzzzz....zzzzzz. Ketiduran!

Nggak aneh kok, musik emang ngebawa efek. Musik yang kalem ya menenangkan soalnya merangsang terbentuknya hormon endorfin. Kalo dihasilkan dalam jumlah banyak, perasaan rileks yang ditimbulkan akan menjurus ke arah ngantuk, Sob. Semacam musik klasik, kalo didengerin selama 30 menit, bakalan menghasilkan efek yang sama dengan minum satu dosis valium. Nggak heran lagi kan kalo banyak pasien yang ngalamin tingkat stres tinggi dianjurkan buat terapi pake musik.

Pernah denger musik destruktif? Kenal kan sama musisi yang diembel embeli peringatan di albumnya pake kalimat 'Parent Advisory, Explicit Content'. Contohnya kayak Mas Eminem, Marylin Manson, Limp Bizkit dll. Gara garanya sih dinilai menawarkan musik destruktif yang punya efek merusak generasi muda, Sob.

FYI, sebenernya nggak ada yang namanya musik destruktif. Musik mereka yang bagi sebagian orang kedengeran kacau balau gak karu karuan sampe bikin genteng rumah goyang justru jadi terapeutik buat sebagian orang lain. Itu mah cuma masalah toleransi kuping aja sih.

Kalo ada lirik yang nyeleneh dan rada rada ancur bahasanya, menurut penelitian, efeknya bukan lebih ke liriknya tapi ke ritme dan tempo musiknya tadi. Kita juga sebagai pendengar musik kudu ngerti dong mana yang bener dan mana yang salah. Kayaknya nggak lucu aja kalo kita yang udah pada gede gini ikut melakukan tindakan yang nggak baik gara gara denger lagu yang liriknya aneh aneh. Kalo menurut CA Torres, yang rentan kena pengaruh negatif dari musik tuh justru orang yang nggak sadar sama apa yang dia dengerin, Sob.

Si Bob Marley bilang "One good thing abut music, when it hits, you'll feel no pain"

Senin, 17 Oktober 2011

Gaya Bahasa Dalam Maihime

Gaya bahasa adalah cara mengungkapkan perasaan atau pikiran dengan bahasa sedemikian rupa, sehingga kesan dan efek terhadap pembaca atau pendengar dapat dicapai semaksimal dan seintensif mungkin.

Berikut ini adalah ragam gaya bahasa yang digunakan dalam Maihime:

1. Interupsi

Gaya bahasa penegasan yang mempergunakan kata-kata atau frase yang disisipkan di tengah-tengah kalimat. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Aku, yang sekarang ini kembali ke Jepang, merasa sangat berbeda dengan ketika berangkat ke Eropa dulu.

2. Koreksio

Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata pembetulan untuk mengoreksi (menggantikan kata yang dianggap salah). Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Mungkin hal inilah yang menyebabkan aku belum menulis catatan harian. Bukan, ada alasan lain.

3. Simile

Gaya bahasa perbandingan yang mempergunakan kata-kata pembanding (seperti, laksana, bagaikan, penaka, ibarat, dan lain sebagainya) dengan demikian pernyataan menjadi lebih jelas. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Masalah ini mula mula bagai segumpal awan yang menyelimuti hatiku.

b. Bayangan itu tiba tiba mengingatkanku pada pnderitaan yang berulang kali mendera diriku, bagaikan bayangan di cermin, bagaikan suara yang menggema.

c. Tiga tahun berlalu bagaikan mimpi.

d. Hatiku ibarat daun pohon nemu yang mengerut dan berusaha menghindar saat disentuh.

e. Hatiku bak gadis belia.

f. Ia tampak cantik bagai sekuntum bunga mekar.

g. Penari bagaikan budak pada waktu itu.

h. Aku merasa bagaikan pelaut yang kehilangan kemudi ditengah samudra luas yang ingin mencapai gunung dikejauhan, namun gunung itu diselimuti kabut tebal.

i. Berkali kali aku memeluk Elis yang bagaikan mayat hidupdan mengucurkan airmata getir.

4. Personifikasi

Gaya babasa perbandingan. Benda-benda mati atau benda-benda hidup selain manusia dibandingkan dengan manusia, dianggap berwatak dan berperilaku seperti manusia. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Segumpal awan yang menyelimuti hatiku, menghalangi pandanganku untuk menikmati pemandangan gunung Swiss dan memudarkan minatku terhadap puing puing sejarah di Italia.

b. Bayangan itu tiba tiba mengingatkanku pada pnderitaan yang berulang kali mendera diriku.

c. Matanya yang biru jernih menyimpan kesedihan itu hendak menyampaikan sesuatu.

d. Airmata menghalangi gerakan penaku untuk menulis.

5. Hiperbola

Gaya bahasa penegasan yang menyatakan sesuatu hal dengan melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Masalah ini terpahat dalam dalam dihati aku tak dapat menghapuskannya.

b. Kemudian airmataku bercucuran membasahi saputangan.

c. Aku tidak kuat berdiri karena lututku bergetar hebat.

d. Tiba tiba aku dilanda pikiran bahwa mungkin aku akan mati dalam lautan manusia kota besar di Eropa yang luas ini.

6. Alusio

Gaya bahasa yang menggunakan peribahasa yang maksudnya sudah dipahami umum. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Dilandasi pemikiran bahwa tugas ini adalah kesempatan untuk mengangkat nama dan nasib keluarga.

b. Tetapi aku telah berjanji pada diri sendiri untuk tidk terpesona oleh keindahan fana dimanapun dan telah membentengi diri untuk tidak tergoda benda benda yang mengganggu pikiran.

c. Dalam tatapan matanya terkandung bujukan yang membuatku tak dapat menolak.

7. Sinekdoke Totem Pro Parte

Gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Inilah masa ketika Wilhelm I yang mempersatukan Jerman dapat menatap kota dengan bersandar di jendela istananya.

8. Kontradiksio Interminis

Gaya bahasa yang mengandung pertentangan, yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Diriku yang asli yang selama ini terpendam jauh di dasar hati kini pelan pelan muncul ke permukaan.

9. Pleonasme

Gaya bahasa penegasan yang menggunakan kata-kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah terkandung dalam kata sebelumnya. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Perasaan ini mirip dengan perasaan yang menyerang aku yang bukan merupakan aku yang sesungguhnya, bukan aku yang sekarang.

10. Simbolik

Gaya bahasa kiasan dengan mempergunakan lambang-lambang atau simbol-simbol untuk menyatakan sesuatu. Misal, bunglon lambang manusia yang tidak jelas pendiriannya; lintah darat lambang manusia pemeras; kamboja lambang kematian. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Ibu sebenarnya menginginkan aku menjadi kamus hidup.

b. Pada awalnya kepala departemenku bermaksud menjadikan aku manusia mesin seperti kehendaknya.

c. Ada yang bilang aku kepala batu.

11. Eufinisme

Gaya bahasa atau ungkapan pelembut yang digunakan untuk tuntutan tatakrama atau menghindari kata-kata pantang (pamali, tabu), atau kata-kata yang kasar dan kurang sopan. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Diluar panggung untuk makan dan pakaian sendiri pun bahkan sering tidak cukup.

b. Tidak jarang mereka jatuh ke dalam pekerjaan yang sangat hina.

c. Mereka tentu menyangka Elis gadis murahan, bahkan mungkin mengira ia mau menari di telapak tangan mereka.

d. Aku juga minta tolong untuk mengurus kelahiran anak yang kutinggalkan dalam kandungan Elis, gadis kurang waras yang menyedihkan itu.

12. Retoris

Gaya bahasa penegasan yang menggunakan kalimat tanya, tetapi sebenannya tidak bertanya dan tidak perlu dijawab. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat:

a. Tetapi sampai kapan seorang berbakat dan terpelajar selalu bergantung pada belas kasihan seorang Gadis? Hidup harus memiliki tujuan.

b. Bagaimana bisa aku melupakannya? Ia mengirim surat setiap hari.

c. Apa yang harus kukatakan pada Elis saat kembali?

13. Paradoks

Gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan, yang membentuk satu kalimat. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Kehidupanku saat ini menyenangkan, meskipun ditengah tengah kemiskinan.

14. Poisindenton

Gaya bahasa yang menyebutkan beberapa hat berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Ia menriakkan namaku, mencaci maki diriku, menjambak rambutnya dan menggigit selimut.

15. Okupasi

Gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan.Contohnya dalam Maihime adalah kalimat: Walaupun tidak meninggalkan sisi ranjang ketika aku sakit, tetapi sepenuhnya ia tidak sadar dengan apa yang terjadi.